Anak Sapi Lahir dan Ditinggalkan saat Menuju Rumah Potong, Induknya Menangis

Anak Sapi Lahir dan Ditinggalkan saat Menuju Rumah Potong, Induknya Menangis

kawula.id – Selama bertahun-tahun, hewan menjadi sasaran perlakuan tidak adil dan semuanya karena kebutuhan industri daging. Semakin banyak organisasi yang didedikasikan untuk membuka kedok praktik-praktik mengerikan yang terjadi di rumah potongdi seluruh dunia untuk membantu meningkatkan kesadaran dan mempromosikan hak-hak hewan.

The Animalist Association Libera telah memperjuangkan hak-hak hewan selama lebih dari 15 tahun. Namun, baru-baru ini Animalist Association Libera mempublikasikan sebuah kasus yang menunjukkan, sekali lagi, nasib mengerikan yang bahkan anak sapi terkecil menjadi korban.

Sebuah truk mengangkut ternak ke rumah jagal. Di antara sekian sapi, salah satu sapi dalam keadaan hamil dan mulai melahirkan dalam perjalanan.
 
“Anak sapi kecil ini lahir di dalam sebuah truk, di jalan saat ibunya dalam perjalanan ke rumah jagal.”

Truk terpaksa berhenti, dan di tengah jalan lahirlah si anak sapi. Tentu, ini menjadi peristiwa yang sama pentingnya manusia melahirkan. Dengan kata lain, induk dan anak sapi harus menerima bantuan medis. Nahasnya, si pengemudi truk lebih mementingkan melanjutkan perjalanan dan seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Gambar: zoorprendente

Ini hanya salah satu dari banyak kisah di balik realitas tragis. Anak sapi itu ditinggalkan dengan kejam di tengah jalan. Dari truk, induk sapi itu menangis untuk anaknya. Sangat penting bagi semua hewan untuk mendapatkan bantuan ibu mereka selama bulan-bulan pertama kehidupan mereka, tetapi sapi kecil ini lahir di tengah-tengah situasi yang sangat tidak adil dan dibiarkan benar-benar tak berdaya.

Publikasi gambar ini telah dibagikan lebih dari 6 ribu kali di seluruh dunia.

Anda dapat melihat bagaimana truk siap untuk pergi lagi sementara anak sapi kecil meringkuk di jalan aspal yang dingin, yang penuh dengan lalu lintas mobil.

Gambar: zoorprendente

“Mereka meninggalkannya di sisi jalan sementara ibunya terus menangis dari truk.”

Yayasan belum memberikan lebih banyak berita tentang keadaan anak sapi itu. Sumber-sumber lain menunjukkan bahwa anak sapi tersebut diselamatkan oleh polisi di daerah itu dan mereka memindahkannya ke tempat perlindungan tempat anak sapi dapat tumbuh dengan tenang.

Publikasi itu mendapat beragam komentar dan telah menyebabkan diskusi besar tentang perlunya mengambil tindakan terhadap industri yang menyebabkan begitu banyak kerusakan pada ribuan hewan tak berdosa.

“Ibunya tidak memiliki kesempatan untuk menyambutnya atau mengucapkan selamat tinggal.”

Kita bersuara menentang perlakuan terhadap hewan yang tidak dapat diterima ini. Tidak ada makhluk hidup yang layak mengalami begitu banyak penderitaan atau dipisahkan dari ibu mereka dalam situasi yang begitu menyakitkan.

Sumber: EpochTime

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *