Telur Rebus vs Omelet, Mana Olahan Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan?

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:06:18 WIB
Ilustrasi telur. [Foto: Freepik]

JAKARTA – Telur merupakan bahan makanan yang sangat serbaguna karena dapat diolah dengan berbagai cara, sehingga Anda dapat mengonsumsinya setiap hari tanpa merasa bosan.

Namun, dalam upaya menurunkan berat badan, metode pengolahan telur yang tepat menjadi kunci utama. Di antara telur rebus dan omelet, manakah yang lebih efektif membantu proses penghancuran lemak?

Berdasarkan laporan Healthline, telur utuh menyediakan nutrisi penting seperti protein, kolin, dan vitamin D.

Seluruh nutrisi ini mampu memberikan rasa kenyang lebih lama yang mendukung program penurunan berat badan. Berikut adalah penjelasan mengenai perbandingan antara telur rebus dan omelet.

Manfaat telur rebus untuk penurunan berat badan

Telur rebus lebih praktis dibuat dibandingkan omelet, meskipun sebagian orang mungkin merasa bosan jika mengonsumsinya tanpa variasi.

Kendati demikian, telur rebus adalah pilihan olahan dengan kalori paling rendah. Mengutip NDTV Food, tanpa tambahan minyak atau bumbu, satu butir telur rebus ukuran besar hanya mengandung sekitar 74 kalori. Kandungan proteinnya berkisar 6-6,3 gram, lengkap dengan asam amino esensial.

Penelitian dalam Journal of the American College of Nutrition menyebutkan bahwa sarapan telur membuat seseorang merasa lebih kenyang sehingga mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari. Hal ini menjadikan telur rebus sebagai opsi yang dapat diandalkan untuk diet.

Bisakah omelet dikonsumsi untuk menurunkan berat badan?

Omelet memiliki kalori yang cenderung lebih tinggi karena adanya bahan tambahan, namun menawarkan variasi rasa yang lebih beragam.

Meskipun kadar proteinnya tetap sama, profil nutrisi keseluruhannya bergantung pada bahan campuran yang dipilih. Anda tetap dapat menurunkan berat badan dengan omelet melalui cara-cara tertentu.

Pertama, gunakan minyak seminimal mungkin karena satu sendok teh minyak menambah ekstra 40 kalori. Kedua, tambahkan sayuran seperti bayam atau jamur untuk meningkatkan serat dan volume makanan tanpa menambah banyak kalori.

Kombinasi ini membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi keinginan untuk camilan.

Telur rebus atau omelet, mana yang lebih baik? Dari sisi kalori, telur rebus lebih unggul karena rendah lemak dan porsinya mudah diprediksi. Di sisi lain, omelet dengan campuran sayuran sehat bisa lebih mengenyangkan dan efektif mengurangi rasa lapar.

Kesimpulannya, baik telur rebus maupun omelet dapat menjadi bagian dari diet sehat untuk menurunkan berat badan, tergantung pada cara pengolahan dan bahan tambahan yang digunakan.

Dari segi protein, keduanya tetap mengandung sekitar 6 gram protein tanpa ada perubahan akibat perbedaan metode masak.

Terkini