Pemuda Masjid Dunia dan Baznas Berangkatkan Bantuan untuk 3.600 Korban Bencana Flores

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:20:31 WIB
Rapat pimpinan Pemuda Masjid Dunia dan Baznas RI di Jakarta membahas rencana pengiriman bantuan bagi warga terdampak bencana di Flores, NTT.

KAWULA.ID — Sebanyak 3.600 warga terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur, akan menerima bantuan kemanusiaan dari Pemuda Masjid Dunia bersama Badan Amil Zakat Nasional RI. Bantuan dijadwalkan diberangkatkan pada Minggu, 1 November 2026, menyusul rapat pimpinan organisasi itu di Jakarta.

Presiden Pemuda Masjid Dunia Said Aldi Al Idrus menyatakan pengiriman bantuan ke Flores merupakan bagian dari program kemanusiaan organisasi yang dipimpinnya. Bantuan disiapkan bersama Baznas RI untuk warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

"Hari ini kami bekerja sama dengan Baznas RI untuk membantu 3.600 masyarakat terdampak bencana di Flores, NTT. Insyaallah, bantuan tersebut akan diberangkatkan besok," kata Said di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober.

Rencana itu disampaikan Said seusai mengikuti Rapat Dewan Pimpinan Internasional Pemuda Masjid Dunia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Forum tersebut menjadi titik berangkat sejumlah agenda organisasi, termasuk penyaluran bantuan dalam negeri.

Jangkauan Bantuan Melampaui Flores

Program kemanusiaan Pemuda Masjid Dunia tidak berhenti di Flores. Organisasi itu juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Pelaksanaan program tersebut mendapat dukungan Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia Bahlil Lahadalia dan Dewan Penasihat Muhammad Sarmuji. Said berharap kerja sama dengan Baznas dan berbagai pihak memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain bantuan korban bencana, Pemuda Masjid Dunia bersama Baznas menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 600 guru mengaji di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Said memastikan kegiatan sosial dan kemanusiaan organisasinya terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai mitra.

Dorongan agar Organisasi Ikut Menggerakkan Ekonomi Warga

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Tri Supondy berharap Pemuda Masjid Dunia tidak hanya menjalankan kegiatan keagamaan dan kemanusiaan. Menurut dia, organisasi itu perlu ikut membantu memperkuat ekonomi masyarakat.

"Kontribusi pemuda masjid ini sangat ditunggu, tidak hanya dalam peningkatan akhlak, ibadah, dan iman, tetapi juga kontribusi di sisi ekonomi," kata Tri.

Tri berharap organisasi tersebut menyusun program kerja yang memberi manfaat bagi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Harapan itu muncul di tengah perluasan kegiatan organisasi ke sejumlah negara.

Agenda Melaka dan Isu Palestina

Di luar kegiatan kemanusiaan dalam negeri, Pemuda Masjid Dunia menyiapkan pertemuan internasional di Melaka, Malaysia, pada 4–6 Desember 2026. Pertemuan dijadwalkan diikuti perwakilan dari 38 negara.

Salah satu agenda yang akan dibahas adalah penguatan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Menurut Said, hasil rapat pimpinan di Jakarta akan dibawa sebagai bahan pembahasan dalam pertemuan internasional tersebut.

Pengiriman bantuan untuk 3.600 warga terdampak bencana di Flores tetap dijadwalkan berlangsung pada 1 November melalui kerja sama dengan Baznas RI. Penyaluran itu menjadi langkah pertama dari rangkaian program kemanusiaan yang disiapkan organisasi tersebut.

Terkini