KAWULA.ID — Miguel Freckleton mencatat lonjakan karier luar biasa dalam dua setengah tahun terakhir. Dari kompetisi non-league Inggris, bek 23 tahun itu kini bermain untuk LASK di Liga Champions dan memperkuat timnas Jamaika.
Pemain kelahiran Bristol tersebut menjalani debut Eropa pada salah satu malam paling bersejarah LASK. Ia masuk sebagai pemain pengganti di babak perpanjangan waktu saat klub Austria itu membalikkan defisit 4-0 melawan Celtic dan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Freckleton bergabung dengan LASK pada musim panas setelah satu tahun meraih trofi bersama klub Skotlandia, St Mirren. Bersama LASK, ia telah tampil tujuh kali dan merasakan atmosfer Liga Champions.
Dari Mangotsfield United ke Panggung Eropa
Perjalanan Freckleton tidak linear. Ia sempat berada di akademi Bristol Rovers hingga usia 14 tahun sebelum memutuskan hengkang setelah mendengar minat dari Wolves dan Stoke City. Seorang agen meyakinkannya bahwa kepindahan besar akan segera terwujud.
"Dia datang kepada saya dan ibu saya dan berkata 'kami tahu banyak klub menginginkanmu. Jika kamu meninggalkan Rovers, kami akan membawamu ke klub-klub ini dan kamu akan segera menandatangani kontrak'," kenang Freckleton seperti dikutip BBC Sport.
Harapan itu buyar. Setelah beberapa sesi trial di Wolves berbarengan dengan kondisi fisiknya yang menurun, Freckleton justru tak memiliki klub. Statusnya sebagai pemain dengan kompensasi 50.000 poundsterling membuat klub-klub ragu.
"Kamu tidak akan benar-benar membayar uang sebesar itu untuk seorang anak," ujarnya.
Bertahan di Akademi Bristol dan Liga Tujuh
Freckleton sempat kehilangan arah sebelum bergabung dengan Bristol Inner City Academy dan melanjutkan pendidikan di South Gloucestershire and Stroud College. Di sana ia satu almamater dengan Antoine Semenyo, yang kini bermain untuk Manchester City.
Ia juga sempat beberapa kali tampil untuk Mangotsfield United, klub non-league di tingkat ketujuh sepak bola Inggris. Matt Curry, pelatihnya di akademi yang kini menjadi asisten manajer Mangotsfield, sudah melihat bakatnya sejak awal.
"Bahkan pada usia itu, dia salah satu pemain tertinggi dan tercepat. Saya yakin dia akan memiliki karier di sepak bola," kata Curry.
Empat Status Pinjaman dan Gelar Juara National League
Freckleton kembali ke sepak bola profesional pada Desember 2021 saat bergabung dengan Sheffield United. Namun ia tak pernah menembus tim utama dan menjalani empat masa pinjaman: tiga di National League bersama Wealdstone, Yeovil Town, dan Chesterfield, serta satu tahun penuh di League Two bersama Swindon Town.
Bersama Chesterfield, ia menjadi bagian tim yang menjuarai National League pada 2024. Pengalaman di Swindon memberinya rasa baru tentang kerasnya sepak bola senior.
"Itu berat. Rasanya jelek lagi. Rasanya seperti kembali ke League Two, di mana saya hanya perlu masuk, menyundul bola, dan menendangnya," ujarnya.
Ia mengaku bersyukur atas seluruh masa pinjaman tersebut. "Saya tidak akan mengatakan hal buruk tentang klub mana pun karena mereka telah membantu karier saya," tambah Freckleton.
Keputusan Ruben Selles dan Jalan ke LASK
Harapan Freckleton untuk menembus tim utama Sheffield United sempat muncul ketika klub memecat Chris Wilder dan menunjuk Ruben Selles pada Juni 2025. Namun menurut Freckleton, Selles langsung menyampaikan bahwa ia tidak masuk dalam rencana.
Ia pun mengambil keputusan cepat. "Saya tidak diinginkan lagi di sini, jadi mari cari jalan keluar tercepat dan jalankan semuanya," katanya.
Kepindahan ke LASK membuka babak baru. Kini Freckleton bermain di Liga Champions, termasuk menghadapi Liverpool di Anfield dan Real Madrid di Bernabeu, serta memperkuat timnas Jamaika. Ia masih berusaha mencerna semua yang terjadi.