Merdeka Gold Resources Targetkan Kinerja Keuangan Positif pada 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:37:21 WIB
Proyek pertambangan emas Gunung Pani di Pohuwato, Gorontalo, yang dikembangkan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). [Foto: Istimewa]

JAKARTA – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Diketahui, EMAS mencatat penurunan pendapatan sebesar 92,46% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$ 131.964 pada akhir 2025.

Pada saat yang sama, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 116,46% hingga mencapai US$ 27,49 juta.

Selama periode pelaporan tersebut, EMAS memusatkan perhatian pada penyelesaian pembangunan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, yang menjadi proyek emas utama perusahaan.

Seiring rampungnya sejumlah fasilitas utama pengolahan serta infrastruktur tambang, pada Februari 2026 Tambang Emas Pani memulai produksi emas perdana dan menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Kinerja keuangan EMAS sepanjang tahun buku 2025 mencerminkan fase konstruksi proyek sehingga laba bersih masih berada pada posisi negatif.

Pada 27 Februari 2026, EMAS telah merealisasikan pengiriman emas perdana kepada ANTM sehingga perusahaan akan mulai mencatatkan penjualan pertama pada kuartal I-2026.

Didukung kondisi harga emas yang dinilai kondusif serta struktur biaya produksi yang kompetitif, EMAS memperkirakan kinerja keuangan dapat berbalik menuju profitabilitas pada tahun buku 2026.

Untuk tahun tersebut, EMAS menargetkan produksi emas di kisaran 100.000 hingga 115.000 ons troi.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan bahwa dimulainya produksi emas di Pani menandai fase transisi penting bagi EMAS dari tahap pembangunan menuju operasi produksi komersial yang lebih stabil dan terukur.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan proses ramp-up berjalan dengan baik sehingga Tambang Emas Pani dapat mencapai tingkat produksi optimal," ujar Boyke dalam siaran pers pada Jumat (13/3/2026).

Boyke menambahkan, pembangunan proyek yang dimulai pada 2022 hingga produksi emas perdana pada Februari tahun ini telah menjadi fondasi bagi pertumbuhan operasional EMAS pada masa mendatang.

Proyek Pani memiliki basis sumber daya emas yang besar serta potensi umur tambang jangka panjang.

"Dengan dimulainya produksi, kami memasuki fase baru yang diharapkan dapat memperkuat kinerja operasional dan finansial untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” tambahnya.

Dalam proses pengembangan proyek tersebut, EMAS sebelumnya memperoleh dukungan pendanaan dari induk usaha, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), sehingga pembangunan proyek dapat berjalan secara efisien sebelum perusahaan melaksanakan penawaran umum perdana saham.

Sebagaimana tercantum dalam prospektus, setelah IPO EMAS melakukan penyesuaian pada struktur permodalan sebagai bagian dari upaya pengelolaan neraca yang lebih optimal.

Tambang Emas Pani memiliki estimasi sumber daya mineral lebih dari 7 juta ounce emas.

Tambang ini dirancang sebagai operasi tambang terbuka dengan metode heap leach, serta memiliki potensi peningkatan kapasitas pengolahan secara bertahap melalui pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach yang direncanakan mulai beroperasi pada 2028.

Terkini