Menperin Dorong Kawasan Industri Perkokoh Ketahanan Energi serta Pangan Nasional

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:49:56 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. [Foto: ISTIMEWA]

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) konsisten mempercepat pengembangan kawasan industri yang sejalan dengan kebijakan nasional serta kebutuhan strategis pembangunan jangka panjang.

Langkah ini ditempuh melalui pembentukan kawasan industri tematik yang dapat diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sesuai dengan konsentrasi dan karakteristik wilayah yang dikembangkan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan penegasan bahwa pengembangan kawasan industri di masa depan tidak sekadar berfokus pada pertumbuhan ekonomi, namun juga harus berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah, terutama dalam memperkokoh ketahanan nasional pada berbagai sektor strategis.

“Kami akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kami arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema atau tematik kawasan tersebut, agar benar-benar selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh negara,” ujar Menperin, dikutip pada Sabtu (3/1/2026).

Menurut Agus, Kemenperin bakal melakukan penilaian secara selektif terhadap setiap usulan pengembangan kawasan industri, khususnya dari aspek kesesuaian dengan kebijakan prioritas pemerintah.

Sejumlah kebijakan tersebut meliputi ketahanan energi, ketahanan pangan, serta langkah strategis lainnya yang menjadi dasar pembangunan nasional.

“Yang akan kami lihat, kawasan industri itu harus memang in line atau paralel dengan kebijakan kami. Misalnya kebijakan ketahanan energi dan kebijakan ketahanan pangan,” jelasnya.

Lebih jauh, Menperin menekankan bahwa pengembangan kawasan industri juga akan difokuskan untuk menyokong implementasi Asta Cita, terutama Asta Cita kelima, yakni mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata.

Dalam lingkup industri, hal ini dimaknai sebagai upaya memperkuat ketahanan serta kemandirian sektor kesehatan di dalam negeri.

“Sebetulnya kata lain dari itu adalah ketahanan di bidang kesehatan, atau kesehatan yang berdikari. Kawasan-kawasan industri, PSN, maupun KEK yang akan kami kembangkan ke depan, akan kami arahkan juga ke sana,” tegasnya.

Langkah Nyata

Sebagai bagian dari tindakan nyata, Kemenperin baru-baru ini telah menerima proposal dari sebuah grup usaha besar yang menyatakan minat untuk membangun kawasan industri tematik bernama Biotown.

Kawasan ini dikonsepkan sebagai pusat pengembangan industri farmasi serta alat kesehatan nasional.

“Dari Biotown ini, diharapkan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat-alat kesehatan,” ungkap Agus.

Hal yang menarik adalah konsep Biotown tersebut juga memfokuskan pada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai landasan produksi, terutama bahan baku herbal dan sumber hayati setempat.

“Yang lebih menarik lagi, obat-obatan yang dikembangkan nantinya akan berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan berbasis apa yang dihasilkan oleh kekayaan alam kami sendiri,” tambahnya.

Menperin berpendapat bahwa pengembangan kawasan industri dengan model tematik seperti Biotown menjadi prototipe ideal yang patut terus dicari dan didukung.

Pasalnya, skema tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah bagi industri, namun juga mempertegas kemandirian nasional dan searah dengan kebijakan Presiden, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga kapasitas di bidang kesehatan.

“Tematik-tematik seperti ini yang perlu kami cari dan kami dorong ke depan, tentu dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan kebijakan Bapak Presiden,” pungkasnya.

Terkini