JAKARTA – Masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan April Mop setiap tanggal 1 April.
Pada momen ini, orang-orang saling melempar candaan atau prank yang tidak bermaksud menyakiti, melainkan untuk tujuan menghibur. Bagaimana sebenarnya asal-usul April Mop?
Hari ini, Rabu (1/4/2026), diperingati sebagai April Mop atau April Fools' Day. Setiap 1 April, banyak individu saling mengerjai teman, keluarga, hingga rekan kerja dengan lelucon.
Jika aksi tersebut berhasil, pelaku biasanya akan berseru "April Mop!" sebagai tanda bahwa hal tersebut hanyalah sebuah candaan.
Walaupun telah dirayakan selama berabad-abad, asal-usul pasti dari April Mop belum diketahui secara jelas. Namun, terdapat sejumlah teori yang mencoba memaparkan bagaimana tradisi ini bermula.
Menyadur dari Indian Express, salah satu teori populer berkaitan dengan perubahan kalender di abad ke-16.
Kala itu, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian pada 1592 dan menetapkan perayaan Tahun Baru pada 1 Januari, bukan lagi di akhir Maret seperti sebelumnya.
Perubahan tersebut tidak langsung diterima oleh semua pihak. Sebagian masyarakat masih merayakan Tahun Baru pada rentang akhir Maret hingga 1 April, sehingga mereka sering menjadi bahan ejekan dan mendapat julukan sebagai 'orang bodoh April'.
Sementara itu, mengutip Britannica, April Mop juga sering dikaitkan dengan perayaan kuno seperti festival Hilaria di Roma pada 25 Maret, serta fenomena ekuinoks musim semi yang membawa perubahan cuaca tidak menentu.
Perubahan cuaca yang tiba-tiba ini dianggap membuat orang mudah tertipu, yang kemudian berkembang menjadi simbol hari penuh keisengan.
Tradisi unik di berbagai negara
Seiring berjalannya waktu, April Mop berkembang melalui berbagai tradisi khas di tiap negara. Di Prancis, orang yang berhasil ditipu dijuluki poisson d'avril atau ikan April, yang merujuk pada ikan muda yang mudah ditangkap.
Anak-anak di sana biasanya menempelkan gambar ikan di punggung teman tanpa disadari.
Di Skotlandia, April Mop dikenal dengan sebutan Gowkie Day, yang berarti hari orang bodoh. Tradisinya bahkan dapat berlangsung hingga dua hari, termasuk aksi menempelkan tanda 'kick me' di punggung orang lain.
Secara umum, perayaan April Mop di berbagai negara memiliki kesamaan, yakni memberi ruang untuk bercanda dan saling mengerjai dalam batas yang wajar.
Tidak hanya individu, media besar dunia juga pernah meramaikan April Mop dengan lelucon yang cukup meyakinkan. Salah satu yang paling tersohor adalah laporan BBC pada 1957 mengenai panen spageti di Swiss.
Tayangan tersebut memperlihatkan orang memetik spageti dari pohon dan sempat membuat banyak penonton percaya.
Contoh lainnya terjadi pada 1996, saat restoran Taco Bell mengumumkan telah membeli Liberty Bell, ikon bersejarah Amerika Serikat, dan mengganti namanya menjadi Taco Liberty Bell. Lelucon ini sempat memicu kehebohan sebelum akhirnya diklarifikasi.
Meski identik dengan humor, April Mop tetap perlu dirayakan secara bijak. Lelucon yang berlebihan atau menyinggung dapat memberikan dampak negatif, terutama di era digital saat informasi menyebar dengan sangat cepat.