Laba Anabatic Technologies Naik 13,2% di 2025 Berkat Fokus Solusi IT

Sabtu, 04 April 2026 | 11:47:59 WIB
Ilustrasi gadung kantor PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC). [Foto: Istimewa]

JAKARTA – PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mencatatkan kinerja yang tetap bertumbuh sepanjang tahun 2025, walaupun kompetisi di industri teknologi informasi semakin sengit.

Merujuk pada laporan keuangan, pendapatan ATIC mencapai Rp 8,47 triliun pada 2025. Dari aspek keuntungan, emiten ini meraih laba bersih senilai Rp 334,3 miliar, atau meningkat 13,2% jika dibandingkan dengan perolehan Rp 295,3 miliar pada tahun sebelumnya.

ATIC menganggap pertumbuhan ini tidak lepas dari penajaman fokus bisnis pada layanan dan solusi IT yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun, di tengah dinamika industri yang bergulir cepat, konsistensi kinerja ini tetap menjadi tantangan tersendiri.

Presiden Direktur Harry Surjanto Hambali menyampaikan bahwa capaian tersebut merefleksikan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi di tengah perubahan lanskap industri.

“Pencapaian ini menunjukkan strategi adaptasi dan fokus pada solusi teknologi mulai memberikan hasil,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (4/4/2026).

Di balik pertumbuhan itu, Anabatic mengandalkan sejumlah langkah perbaikan fundamental dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari disiplin keuangan hingga penguatan tata kelola.

Upaya ini dianggap menjadi penopang di tengah tekanan efisiensi yang saat ini juga dirasakan oleh banyak pelaku industri IT.

Memasuki tahun 2026, perusahaan berencana memacu pertumbuhan melalui diversifikasi layanan dan produk digital. Fokus diarahkan pada pengembangan solusi yang mampu menangkap peluang dari percepatan transformasi digital di berbagai bidang.

“Kami terus mengembangkan portofolio layanan digital agar bisa menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih komprehensif,” kata Harry.

Selain melakukan ekspansi bisnis, Anabatic juga mulai mengalihkan fokus pada penguatan internal, terutama pada efisiensi operasional dan kualitas sumber daya manusia.

Langkah ini mencerminkan fase baru usai periode transformasi yang diterapkan dalam beberapa tahun belakangan.

Meski begitu, tantangan tetap terbuka lebar. Persaingan yang semakin ketat serta keperluan investasi pada teknologi baru berpotensi menekan margin di masa depan.

Di sisi lain, keberhasilan dalam menjaga pertumbuhan akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengeksekusi strategi secara konsisten.

Terkini