Kenali Kebohongan, Ini 10 Tanda Seseorang Sedang Tidak Berkata Jujur

Kamis, 09 April 2026 | 10:29:27 WIB
Ilustrasi kebohongan. [Foto: NET]

JAKARTA – Kebohongan merupakan bagian dari dinamika hidup manusia. Hampir setiap individu pernah melakukannya, bahkan beberapa penelitian mengindikasikan bahwa rata-rata orang dapat berbohong satu hingga dua kali dalam sehari.

Namun, kabar baiknya, para pakar menyatakan terdapat beragam tanda yang dapat membantu kami mengidentifikasi saat seseorang tidak berkata jujur.

Menurut pakar bahasa tubuh Traci Brown, tahap awal mendeteksi kebohongan adalah memahami 'baseline' atau perilaku wajar seseorang ketika berkata jujur.

Hal ini meliputi arah pandangan mata, nada suara, hingga respons saat menjawab pertanyaan simpel seperti asal daerah.

Setelah memahami pola dasar tersebut, adanya pergeseran kecil dapat menjadi petunjuk krusial. Berikut merupakan beberapa tanda yang sering dihubungkan dengan kebohongan menurut para ahli:

1. Perubahan pola bicara

Perubahan cara berkomunikasi dapat menjadi indikasi awal. Mantan profiler FBI Gregg McCrary menjelaskan bahwa individu yang berbohong sering memperlihatkan perubahan nada suara, tempo bicara, atau pola verbal tertentu.

Perbedaan ini biasanya muncul saat seseorang merespons pertanyaan yang lebih kompleks.

2. Gerakan tubuh tidak selaras

Psikolog klinis Ellen Hendriksen memaparkan bahwa gestur yang bertentangan dengan ucapan bisa menjadi sinyal kebohongan.

Sebagai contoh, seseorang berucap 'ya' namun justru menggelengkan kepala. Ketidaksesuaian ini sering kali merefleksikan respons tubuh yang lebih jujur daripada kata-kata.

3. Terlalu sedikit memberi detail

Individu yang jujur biasanya mampu menambah detail saat diminta penjelasan lebih dalam.

Sebaliknya, pembohong cenderung memberikan informasi yang sangat terbatas dan menghindari penjelasan tambahan, sebuah fenomena psikologi yang disebut 'kebohongan dengan penghilangan informasi.'

4. Justru terlalu banyak bicara

Sebaliknya, riset dari Harvard Business School menemukan bahwa pembohong kadang justru berbicara panjang lebar dengan detail berlebihan. Mereka memberikan informasi ekstra demi meyakinkan lawan bicara atau justru meyakinkan diri mereka sendiri.

5. Perubahan nada suara

Nada suara yang mendadak naik atau turun dapat menjadi indikator. Namun, faktor budaya turut memengaruhi; psikolog David Matsumoto menemukan bahwa latar belakang budaya yang berbeda menghasilkan pola perubahan nada suara yang berbeda pula saat berbohong.

6. Kontak mata yang tidak biasa

Menghindari kontak mata sering dianggap tanda bohong, namun riset menunjukkan hal ini tidak selalu akurat. Sebagian orang justru menatap secara intens saat berbohong agar terlihat lebih meyakinkan.

7. Menutup mulut atau mata

Aksi menutup mulut atau mata bisa menjadi refleks bawah sadar untuk 'menyembunyikan' fakta. Dalam beberapa kondisi, seseorang bahkan menutup mata saat memberikan jawaban.

8. Gelisah berlebihan

Gerakan kecil seperti memainkan jari, menggigit bibir, atau tangan yang bergerak berlebih bisa menandakan kecemasan. Ini adalah reaksi tubuh terhadap stres yang muncul saat seseorang tidak jujur.

9. Menyalahkan orang lain

Upaya mengalihkan perhatian atau menyalahkan pihak lain, baik lewat ucapan maupun gestur, merupakan cara menghindari tanggung jawab. Perubahan perilaku dari tenang menjadi agresif juga perlu diwaspadai.

10. Mengaku sebagai 'pembohong ulung'

Cara paling simpel? Kadang mereka mengakuinya secara terbuka. Penelitian dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa orang yang merasa dirinya 'pandai berbohong' memang lebih sering melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Meski tanda-tanda tersebut dapat menjadi acuan, para ahli memperingatkan bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya akurat. Psikolog klinis Jenny Taitz menekankan bahwa banyak alasan yang membuat seseorang tampak gelisah tanpa harus berbohong.

Riset menunjukkan hanya sekitar 54 persen kebohongan yang mampu dideteksi dengan tepat.

Di era digital, kebohongan tidak hanya terjadi secara langsung. Penipuan lewat media sosial, email, hingga telepon menjadi ancaman besar dengan kerugian luar biasa setiap tahunnya.

Oleh karena itu, selain mengandalkan pengamatan, langkah terbaik adalah menjaga data pribadi dan tidak mudah percaya pada orang asing.

Terkini