KAWULA.ID — Karma Automotive resmi memperkenalkan Eximius 1, sedan hybrid plug-in satu-satunya yang mengganti mesin tiga silinder Revero dengan V8 6.2 liter bertenaga total 1.195 hp. Mobil ini menjadi produk perdana dari program Eximius, divisi personalisasi khusus pelanggan terkaya Karma. Eximius 1 dipamerkan di Concours at Wynn, Las Vegas, dan dijadwalkan dikirim ke pemiliknya pada 2027.
Karma Automotive membuka program personalisasi bertajuk Eximius lewat sebuah model one-off yang diberi nama Eximius 1. Mobil ini diperkenalkan di ajang Concours at Wynn di Las Vegas, Amerika Serikat, dan menjadi kendaraan pertama dari program yang menyasar pelanggan yang menginginkan ubahan bodi, powertrain, serta komponen performa sesuai selera.
Langkah Karma mengikuti jejak merek mewah lain yang lebih dulu punya divisi khusus. Porsche punya Sonderwunsch, Bugatti dengan Sur Mesure, dan Rolls-Royce lewat program Coachbuild. Karma menyebut akan memproduksi maksimal sembilan unit bespoke untuk setiap model produksi seri yang diluncurkannya, dan Eximius 1 adalah yang pertama.
Dari Revero ke Eximius 1: Mesin Tiga Silinder Diganti V8 6.2 Liter
Eximius 1 dibangun di atas platform Revero, sedan hybrid seri yang selama ini mengandalkan mesin turbo tiga silinder sebagai generator untuk mengisi baterai yang menyuplai dua motor listrik di belakang. Pada Eximius 1, mesin tiga silinder itu dicopot dan diganti V8 6.2 liter.
Powertrain hybrid plug-in seri tersebut menghasilkan total 1.195 hp, atau lebih dari 600 hp di atas Revero standar. Karma mengklaim Eximius 1 mampu melesat dari 0 ke 60 mph dalam 2,7 detik dengan kecepatan puncak 200 mph.
Untuk menopang performa ekstrem itu, Karma memasang rem cakram keramik-karbon dua bagian dengan alur, plus peredam semi-aktif Öhlins. Bodi Eximius 1 juga hampir dua inci lebih lebar dibanding Revero standar.
Bodi Carbon-Fiber dan Paket Aerodinamika untuk Sirkuit
Carbon-fiber dipakai luas di seluruh bodi Eximius 1. Serat karbon terlihat terbuka di fender depan, sementara cat biru memudar bertahap menutupi anyaman karbon di pintu depan. Kaki-kakinya memakai roda magnesium 21 inci dengan center-lock.
Karena dirancang untuk trek, paket aerodinamika Eximius 1 dibuat dramatis. Ada splitter karbon di depan, diapit intake udara besar yang menyatukan garis LED dan membentuk panah ke arah tengah mobil bila dipadukan dengan elemen LED di lampu utama. Dua lubang tipis di samping lampu memberi kesan moncong yang garang.
Ventilasi dipahat di fender depan untuk melepas tekanan udara dari ruang roda. Panel besar bernomor 5 dilengkapi ventilasi untuk mengeluarkan udara panas dari rem, sementara ujung knalpot billet aluminium mengisyaratkan kemampuan performa mobil. Sebuah fin menonjol di dekat pintu belakang, dan bagian buritan punya diffuser besar plus sayap tinggi.
Kabin Biru dengan Kursi Recaro dan Tombol Darurat Merah
Interior Eximius 1 dibalut carbon-fiber bernuansa biru pada jok, setir, konsol tengah, pintu, dan dasbor. Kursi bucket Recaro dilapisi Alcantara dan kulit biru di bagian bawah, serta Alcantara warna Moondust di bagian atas.
Pedal gas, pedal rem, dan dead pedal dibuat dari aluminium billet hasil machining. Karma juga menyederhanakan konsol tengah agar hanya memuat kontrol yang diperlukan, termasuk tombol darurat merah atau kill switch.
Produksi Terbatas dan Jadwal Pengiriman 2027
Program Eximius membolehkan pelanggan Karma meminta modifikasi bodi, powertrain, dan komponen performa lain. Karma menyatakan akan membuat maksimal sembilan kendaraan bespoke berdasarkan setiap model produksi seri yang diluncurkannya.
Eximius 1 merupakan unit pertama dari program tersebut dan akan diserahkan kepada pemiliknya pada 2027. Karma sendiri dikenal sebagai merek Amerika kecil yang lahir dari sisa-sisa Fisker Automotive dan menjual evolusi Fisker Karma lewat model Revero serta GS-6 selama hampir satu dekade terakhir.