Harga Daging Sapi Melonjak, Mentan Turunkan Satgas Pangan Usut Rantai Pasok

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:28:13 WIB
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. [Foto: KONTAN/Arif Ferdianto]

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengerahkan Satgas Pangan untuk menginvestigasi penyebab utama tingginya harga daging sapi.

Lonjakan harga ini telah memicu para pedagang melakukan aksi mogok berjualan pada Kamis (22/1/2026).

Amran menyebutkan bahwa para pedagang daging sapi mengeluhkan mahalnya harga timbang sapi hidup di tingkat feedloter (penggemukan ternak).

Namun, berdasarkan pengakuan para pengusaha feedloter, Amran menjelaskan bahwa mereka menjual harga timbang sapi hidup masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).

Amran telah memberikan instruksi kepada Satgas Pangan untuk memeriksa seluruh lini rantai pasok, mulai dari perusahaan penggemukan (feedloter) hingga pihak distributor. Ia tidak ingin peristiwa kelangkaan Minyakita kembali terjadi pada komoditas daging sapi.

"Satgas, kami sudah minta, langsung turun cek dan pasti ketemu nanti, siapa sebenarnya yang bermain-main. Kan tadi datang orangnya (feedloter), kami cek masih di bawah HPP. (Dijual di feedloter) Rp 55.000, HPP-nya Rp 56.000, masih Rp 55.000," ujar Amran saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).

Pihak pemerintah telah mengalokasikan kuota impor sapi bakalan sebanyak 700.000 ekor dalam satu tahun. Hingga saat ini, tercatat ada 80 perusahaan penggemukan (feedloter) yang telah memperoleh kuota impor tersebut.

Ia memberikan jaminan bahwa tidak terdapat praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).

Amran memberikan ancaman akan mencabut izin operasional, baik bagi importir maupun distributor, apabila terbukti menjadi penyebab melambungnya harga daging sapi.

"Kalau coba-coba aku sudah berbuat baik dan aku tanya tadi, apa ada pungutan di Kementerian Pertanian sampai anda impor bakalan, tidak ada pak, apa masalahnya? Itu membuat susah orang banyak. Kalau aku temukan dan kami langsung suruh cek mulai hari ini. Kalau aku temukan pasti 99% aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu, itu tegas," tambah Amran.

Terkini