Genap 10 Tahun, Modalku Catat Lonjakan Penyaluran Dana 81% Sepanjang 2025

Jumat, 16 Januari 2026 | 13:51:27 WIB
Ilustrasi Modalku. [Foto: ANTARA/HO-Modalku]

JAKARTA – Modalku, platform pendanaan digital untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, merayakan sepuluh tahun kiprahnya sejak diluncurkan pada 2016.

Di tengah perubahan regulasi serta siklus industri pinjaman daring (pindar) yang dinamis, Modalku bertransformasi menjadi platform pendanaan produktif yang mengedepankan aspek stabilitas, keamanan, serta kepercayaan.

Sampai sekarang, Modalku sudah mengalirkan pendanaan kumulatif mencapai Rp 9,2 triliun bagi lebih dari 74.000 pelaku usaha di bermacam sektor.

Modal tersebut digunakan untuk mengelola arus kas, memperbesar kapasitas operasional, serta memacu ekspansi bisnis UKM secara berkesinambungan.

Selama tahun 2025, angka penyaluran pendanaan Modalku mengalami kenaikan sebesar 81% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Perkembangan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan para pelaku UKM kepada Modalku sebagai rekan pendanaan yang sesuai dengan tuntutan usaha di tiap tahap pertumbuhan.

Country Head Modalku Indonesia, Arthur Adisusanto, menyatakan bahwa kemampuan bertahan selama sepuluh tahun di industri yang bergerak cepat bukan sekadar soal pertumbuhan.

“Bertahan sepuluh tahun di industri yang dinamis bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan, tata kelola yang kuat, dan kepercayaan publik,” ujarnya, dikutip pada Jumat (16/1/2026).

Arthur menekankan bahwa keberhasilan ini ialah buah kerja sama dari berbagai elemen, mulai dari mitra, tim internal, hingga para nasabah.

Prioritas Modalku, tambahnya, adalah memelihara stabilitas dan keamanan pendanaan serta menjalin relasi jangka panjang yang dilandasi rasa percaya antara peminjam dan pemberi dana.

Berbekal pengalaman operasional selama 10 tahun, Modalku sudah melewati bermacam fase pasar dan situasi ekonomi dunia, termasuk tantangan di masa awal pandemi COVID-19.

Lewat optimalisasi manajemen risiko dan pembentukan tim khusus restrukturisasi untuk UKM yang terkena dampak, Modalku membukukan total recovery senilai Rp 115 miliar dan kembali mencatatkan kenaikan penyaluran pada 2022 dibanding masa sebelum pandemi.

Kestabilan kinerja Modalku pun terlihat dari rasio Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) yang secara konsisten berada di bawah 2%.

Prestasi ini memberikan kesempatan bagi inovasi produk pendanaan yang dirancang sesuai kebutuhan serta karakter UKM di berbagai level pertumbuhan, sekaligus memelihara mutu portofolio dalam jangka panjang.

Guna merespons industri pindar yang kian kompleks, Modalku terus meningkatkan standar keamanan, manajemen risiko, serta ketaatan pada aturan.

Bersamaan dengan itu, nilai keberlanjutan mulai dimasukkan ke dalam strategi bisnis lewat pendanaan yang memperhatikan faktor lingkungan dan sosial, mencakup transisi iklim, ekonomi sirkular, serta pertumbuhan inklusif yang sejalan dengan Sustainable Development Goals.

Menyongsong sepuluh tahun mendatang, Modalku mempertegas dedikasinya untuk terus memperlebar peran dalam menyokong kemajuan UKM di Indonesia melalui penggunaan teknologi, penguatan tata kelola, serta sinergi strategis.

“Sepuluh tahun bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Kami akan terus mendukung UKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia melalui solusi pendanaan yang stabil, aman, dan terpercaya,” tutup Arthur Adisusanto.

Terkini