JAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta menjalin kerja sama dengan GoPay guna melakukan digitalisasi terhadap musisi jalanan yang berada di kawasan Malioboro.
Program tersebut diselenggarakan lewat Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta serta UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, sebagai bagian dari langkah mendukung Malioboro sebagai sumbu filosofi Yogyakarta yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.
Melalui kemitraan ini, para musisi jalanan sekarang bisa mendapatkan apresiasi secara nontunai lewat pemanfaatan QRIS dari aplikasi GoPay Merchant.
Fitur ini memberikan kemudahan bagi para musisi untuk mencairkan dana sewaktu-waktu ke rekening bank mana pun tanpa dibebani biaya.
Head of GoPay Merchants, Haryanto Tanjo, menyampaikan bahwa inisiatif tersebut selaras dengan misi GoPay dalam memperlebar akses layanan keuangan, termasuk bagi para pekerja harian serta pelaku usaha kecil.
“Kami bangga dapat mendukung Pemerintah Kota Yogyakarta dalam membangun ekosistem digital terintegrasi, salah satunya melalui implementasi QRIS dan transaksi non-tunai dengan teknologi GoPay Merchant,” ujar Haryanto dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (17/1/2026).
Digitalisasi ini pun diharapkan mampu memperkokoh ekosistem budaya serta ekonomi kreatif di area Malioboro.
Dengan mekanisme pembayaran yang lebih kekinian, musisi jalanan bisa mengatur keuangan secara mandiri sekaligus menaikkan visibilitas mereka di dalam rantai ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, memberikan penegasan bahwa Malioboro bukan sekadar menjadi ikon pariwisata, namun juga menjadi ruang hidup bagi segenap seniman lokal.
“Lewat digitalisasi ini, kami ingin menghadirkan akses teknologi finansial yang inklusif hingga ke sektor budaya dan industri kreatif. Harapannya, musisi jalanan dapat meningkatkan penerimaan apresiasi seiring kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi non-tunai,” jelasnya.
Kebijakan ini seirama dengan pesatnya kenaikan transaksi digital di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, sampai September 2025 nilai transaksi QRIS di daerah tersebut menyentuh angka Rp41,09 triliun, atau melesat 237,19% jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Volume transaksi pun naik menjadi 486 juta kali atau tumbuh 274,01% secara tahunan, dengan total pengguna QRIS mencapai 980.591 orang serta lebih dari 987.737 merchant yang aktif.