JAKARTA – Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) untuk memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) di dalam negeri.
Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati ketiga pihak, di mana Danantara Indonesia dan INA bertindak sebagai investor strategis dalam proyek tersebut.
Proyek pembangunan pabrik CA-EDC memiliki nilai investasi sebesar US$ 800 juta dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada penyediaan bahan baku penting bagi sektor industri hulu maupun hilir.
Dalam struktur investasi yang telah disetujui, Danantara Indonesia dan INA akan menanamkan modal bersama dengan total nilai US$ 200 juta.
Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha Chandra Asri Group, dengan target mulai beroperasi pada 2027.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan hanya respons atas tingginya ketergantungan impor, tetapi juga langkah konkret dalam mempercepat hilirisasi sebagai penggerak ekonomi nasional.
“Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang. Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik,” ungkap Pandu, dalam keterangan resmi, pada Selasa (3/3/2026).
Produksi EDC tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri domestik, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekspor. Langkah ini diharapkan dapat menambah devisa sekaligus memperkuat daya saing industri kimia nasional.
Sebagai informasi, caustic soda dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun dan deterjen, proses pemurnian alumina, hingga industri kertas. Sementara itu, EDC menjadi bahan baku utama yang mendukung sektor konstruksi dan pengemasan.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif keterlibatan Danantara Indonesia dan INA sebagai mitra investasi strategis dalam proyek CA-EDC.
Dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam merealisasikan pembangunan fasilitas ini.
“Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi. Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya,” tambahnya.
Pada tahap awal, pabrik CA-EDC ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering dan 500.000 ton Ethylene Dichloride.
Perusahaan memastikan fasilitas tersebut dikembangkan dengan standar teknologi serta keselamatan industri yang tinggi guna menjamin efisiensi operasional, keandalan pasokan, serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.