Danamart Luncurkan Blended Finance, Perluas Investasi ESG

Jumat, 10 April 2026 | 10:11:14 WIB
CEO Danamart, Patrick Gunadi. [Foto: Tanayastri Dini Isna/via Warta Ekonomi]

JAKARTA – Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) resmi memperkenalkan pilot blended finance pertama di Indonesia.

Perusahaan yang berfokus pada segmen Environmental, Social, and Governance (ESG) itu menjelaskan bahwa langkah ini menjadi fondasi awal dalam membentuk ekosistem blended finance yang lebih terarah dan berkelanjutan di Tanah Air.

Melalui skema pembiayaan terstruktur, CEO Danamart Patrick Gunadi menyebut Danamart mengintegrasikan modal filantropi, investor, dan penerbit dalam satu ekosistem investasi yang saling terhubung.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan blended finance dirancang untuk menjawab kesenjangan pendanaan di sektor-sektor berdampak tinggi yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), seperti sektor kesehatan, akses air bersih, hingga energi terbarukan.

Patrick menambahkan bahwa inisiatif ini juga turut memperluas akses pendidikan, mendukung kelompok masyarakat yang belum terjangkau secara optimal, memperkuat kemitraan strategis, serta mendorong pemanfaatan energi bersih sebagai pendorong dampak lingkungan jangka panjang.

“Inisiatif tersebut bukan sekadar donasi, melainkan cara membangun investasi yang bisa berjalan dan berkembang,” ujarnya, dikutip pada Jumat (10/4/2026).

Melalui blended finance, Patrick menjelaskan bahwa dana filantropi dimanfaatkan untuk meredam risiko pada tahap awal, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk ikut berpartisipasi.

Patrick menyebut bahwa inisiatif ESG Danamart masih berada pada fase awal, namun telah mulai menunjukkan hasil yang dapat diukur di Indonesia.

Dampak tersebut mencakup peningkatan ketahanan pangan, terutama bagi 7.000 anak, penurunan sekitar 11.000 ton emisi Karbon Dioksida (CO2), penciptaan 3.000 lapangan kerja, serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi 12.000 orang.

Melalui proyek percontohan tersebut, Patrick menjelaskan bahwa Danamart menerapkan skema pembiayaan berlapis, di mana mitra yayasan berperan sebagai penyangga risiko pada tahap awal.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini membuat risiko investasi lebih terkelola, sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi investor, baik ritel maupun institusi, dalam investasi ESG melalui platform Danamart.

Patrick juga menyampaikan bahwa seluruh penerbitan efek dilakukan melalui infrastruktur resmi pasar modal Indonesia, termasuk lewat Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), guna menjaga transparansi, tata kelola, serta perlindungan bagi investor.

Meski tren blended finance secara global terus berkembang, ia menilai penerapannya di Indonesia masih berada pada tahap awal.

Karena itu, Danamart menargetkan peningkatan partisipasi investor dalam pembiayaan sektor berbasis SDGs melalui skema yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.

Ke depan, Patrick menyebut Danamart membuka peluang kerja sama dengan lembaga pembangunan internasional, institusi filantropi, serta investor berdampak untuk memperluas implementasi blended finance di Indonesia.

“Kami akan memperluas kolaborasi dengan mitra global untuk meningkatkan skala pembiayaan dan dampak,” ucap Patrick.

Sementara itu, Yayasan Global CEO Indonesia yang berperan sebagai donor atau penjamin dalam skema blended finance Danamart juga memberikan tanggapan.

Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia Trisya Suherman menyampaikan bahwa pihaknya ingin menekan risiko investasi melalui inisiatif tersebut, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam pembiayaan berdampak.

Terkini