Daftar UKM Paling Berpeluang Raih Modal dari Fintech Modalku 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:17:47 WIB
Modalku. [Foto: blog.modalku.co.id]

JAKARTA – PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), penyelenggara fintech P2P lending, memaparkan sejumlah sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang dipandang masih potensial untuk memperoleh pendanaan pada 2026.

Direktur Modalku Arthur Adisusanto menjelaskan bahwa UKM potensial mencakup bidang perdagangan, distribusi, makanan dan minuman, serta jasa pendukung usaha.

“Sektor-sektor ini masih menunjukkan potensi yang relatif baik, terutama yang memiliki perputaran kas cepat dan permintaan yang konsisten,” katanya, dikutip pada Kamis (5/2/2026).

Arthur menambahkan bahwa dari sisi segmen usaha, UKM menengah umumnya lebih siap karena struktur operasional dan pencatatan keuangan yang lebih mapan.

Meski demikian, usaha kecil dinilai tetap berpotensi jika kebutuhan pendanaannya jelas, produktif, dan didukung model usaha berkelanjutan. Melalui seleksi yang tepat, kedua segmen tersebut tetap dapat didukung lewat penyaluran dana yang sehat.

“Dalam seleksi penerima dana, Modalku menerapkan prinsip kehati-hatian dengan menilai kelayakan usaha secara menyeluruh, termasuk performa historis, arus kas, tujuan penggunaan pendanaan, serta kemampuan bayar,” jelasnya.

Secara umum, Arthur melihat kinerja UKM sepanjang 2025 cukup menantang. Meskipun aktivitas usaha berjalan, pelaku UKM tertekan oleh pelemahan daya beli, kenaikan biaya operasional, dan ketidakpastian ekonomi.

Oleh karena itu, Modalku menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana dengan mempertimbangkan kualitas aset serta keberlanjutan arus kas.

“Selain itu, kondisi ekonomi yang fluktuatif juga mendorong kami untuk lebih selektif, agar pertumbuhan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” ucap Arthur.

Lebih lanjut, Arthur memproyeksi tekanan pada segmen UKM di tahun 2026 berpotensi berlanjut, khususnya di sektor yang sensitif terhadap fluktuasi permintaan dan biaya produksi.

Risiko utama mencakup ketidakpastian ekonomi, perubahan pola konsumsi, serta volatilitas harga komoditas.

“Strategi Modalku mencakup penguatan manajemen risiko, seleksi penerima dana yang lebih terukur, fokus pada industri yang memiliki potensi untuk berkembang, serta edukasi finansial secara digital,” tegasnya.

Sebagai informasi, fintech lending yang telah berdiri 10 tahun ini telah menyalurkan pendanaan kumulatif Rp9,2 triliun kepada lebih dari 74.000 pemilik usaha.

Sepanjang 2025, penyaluran dana Modalku meningkat 81% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan pertumbuhan kepercayaan dari pelaku UKM.

“Pendanaan tersebut dimanfaatkan untuk menjaga arus kas, meningkatkan kapasitas usaha, serta membuka peluang pertumbuhan baru secara berkelanjutan,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (20/1/2026).

Terkini