JAKARTA – Begadang sering kali dianggap sepele, terutama di tengah rutinitas yang padat. Padahal, kebiasaan tidak tidur di malam hari ini menyimpan berbagai risiko serius bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.
Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), begadang berarti tidak tidur hingga larut malam. Jika dilakukan sesekali, mungkin tidak memberikan dampak besar.
Namun, ketika menjadi kebiasaan, begadang dapat mengganggu proses pemulihan energi serta regenerasi sel tubuh yang seharusnya terjadi saat tidur.
Mengutip Sleep Foundation, Selasa (31/3/2026), orang dewasa idealnya tidur setidaknya tujuh jam per malam. Sementara itu, remaja membutuhkan waktu tidur sekitar delapan hingga sepuluh jam.
Jika kurang dari kebutuhan tersebut, tubuh akan mulai menunjukkan berbagai tanda gangguan. Lantas, apa saja dampak buruk dari kebiasaan sering begadang? Simak penjelasannya melansir berbagai sumber:
1. Emosi menjadi tidak stabil
Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi emosional. Seseorang menjadi lebih mudah marah, gelisah, serta mengalami perubahan suasana hati yang cepat. Tak hanya itu, kemampuan dalam mengambil keputusan dan berpikir kreatif juga bisa menurun.
2. Sistem imun melemah
Saat tidur, tubuh memproduksi zat pelindung seperti antibodi dan sitokin untuk melawan infeksi. Begadang membuat proses ini terganggu, sehingga daya tahan tubuh menurun dan menjadi lebih rentan terserang penyakit.
3. Mudah lupa dan sulit fokus
Kebiasaan begadang dapat mengganggu fungsi otak. Dampaknya, seseorang menjadi lebih pelupa, mudah mengantuk di siang hari, serta mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.
4. Rentan mengalami depresi
Kurang tidur juga berkaitan erat dengan kesehatan mental. Orang yang sering begadang cenderung lebih berisiko mengalami depresi karena berkurangnya kemampuan mengelola emosi, termasuk dalam memaknai situasi secara positif.
5. Meningkatkan risiko diabetes dan hipertensi
Begadang dapat mengganggu kerja hormon serta kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
6. Menurunkan gairah seksual
Kelelahan akibat kurang tidur dapat berdampak pada penurunan libido. Energi yang terkuras membuat keinginan untuk berhubungan seksual ikut menurun.
7. Memicu kenaikan berat badan
Begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas. Gangguan metabolisme serta rasa lapar yang lebih sering muncul membuat pola makan menjadi tidak terkontrol, sehingga berat badan cenderung naik.
Berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa begadang bukan sekadar kebiasaan ringan. Menjaga pola tidur yang cukup dan teratur menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.