JAKARTA – Selain lemak, karbohidrat memiliki reputasi buruk dan dianggap sebagai musuh dalam tren diet populer. Apakah mengurangi karbohidrat itu sehat?
Tren diet sangat beragam, salah satu yang sempat menarik perhatian adalah diet rendah karbohidrat. Namun tanpa melakukan diet ketat pun, sebagian orang memilih untuk mengurangi asupan karbohidrat mereka.
Karbohidrat merupakan salah satu makronutrien utama yang berfungsi sebagai sumber energi primer bagi tubuh. Tubuh akan memecah karbohidrat menjadi glukosa yang menyediakan energi untuk seluruh aktivitas.
Apakah mengurangi karbohidrat itu sehat?
Melihat fungsinya, membatasi atau bahkan menghilangkan karbohidrat dari porsi makan jelas memberikan dampak besar. Tubuh akan kehilangan nutrisi serta sumber energi yang krusial.
Berikut adalah hal-hal yang terjadi pada tubuh jika Anda mengurangi porsi karbohidrat secara drastis.
1. Kekurangan nutrisi
Bahan pangan tinggi karbohidrat sering kali juga mengandung nutrisi penting lainnya. Sayuran berpati, biji-bijian utuh, buah-buahan, serta kacang-kacangan termasuk dalam kategori pangan padat nutrisi.
"Mengurangi karbohidrat dapat mengakibatkan asupan nutrisi dan senyawa makanan penting yang tidak memadai, termasuk folat, antioksidan, dan serat," kata ahli diet McKenzie Caldwell mengutip dari Eating Well.
Studi pada 2025 membuktikan bahwa diet rendah karbohidrat berkaitan dengan kekurangan mikronutrien seperti vitamin C, zat besi, dan magnesium.
2. Lesu dan sulit berkonsentrasi
Anda mungkin memiliki niat baik di balik upaya mengurangi karbohidrat, namun hal ini bisa berdampak sebaliknya. Anda menjadi rentan kekurangan energi.
"Karbohidrat adalah sumber bahan bakar pilihan tubuh Anda, terutama untuk otak dan otot Anda, jadi ketika Anda secara drastis mengurangi asupan Anda, Anda mungkin merasa lesu, mudah tersinggung, atau kesulitan berkonsentrasi," ungkap ahli diet Samantha DeVito.
Sangat disarankan untuk memilih sumber karbohidrat kompleks karena terbukti mampu memberikan energi yang stabil dan tahan lama.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat kompleks berhubungan dengan peningkatan daya ingat serta kesehatan otak yang lebih baik.
3. Kesulitan mempertahankan pola makan
Apakah mengurangi karbohidrat itu sehat? Bagi penganut diet rendah karbohidrat atau diet keto, mereka memiliki risiko kesulitan untuk mempertahankan aturan diet yang ketat tersebut.
Orang-orang cenderung kembali ke pola makan sebelumnya dan sering kali merasa "gagal". Menurut Johannah Katz, seorang ahli diet, diet rendah karbohidrat kerap melelahkan karena dianggap tidak realistis.
"Karbohidrat adalah bagian dari sebagian besar makanan, budaya, dan pengalaman bersama. Ketika karbohidrat dianggap buruk atau dilarang, hal itu dapat menciptakan pola pikir 'semua atau tidak sama sekali', yang membuat orang merasa gagal jika mereka mengonsumsi sedikit saja," ungkapnya.
4. Masalah pencernaan
Mengurangi asupan karbohidrat dapat membahayakan kesehatan usus. Mengapa demikian?
"Serat, yang sangat penting untuk kesehatan usus, adalah jenis karbohidrat. 90% orang sudah tidak memenuhi rekomendasi serat mereka, jadi dengan mengurangi karbohidrat, Anda juga dapat mempersulit pencapaian target serat Anda," jelas ahli diet Amanda Sauceda.
Apakah mengurangi karbohidrat itu sehat? Anda bisa menjadi rentan mengalami sembelit dan memicu perubahan pada mikrobioma usus.