7 Cara Mencegah Serangan Jantung saat Olahraga agar Tetap Aman

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:13:24 WIB
Ilustrasi olahraga. [Foto: NET]

JAKARTA – Olahraga merupakan kebiasaan positif guna menjaga kebugaran serta kesehatan jantung. Namun, aktivitas ini dapat menjadi risiko jika dikerjakan tanpa persiapan dan kendali yang benar.

Terdapat sejumlah kasus di mana individu yang berolahraga mendadak pingsan, bahkan mengalami kondisi fatal hingga meninggal dunia. Hal ini bisa menimpa siapa saja, mulai dari atlet profesional hingga pemula.

Di antara berbagai penyebabnya, serangan jantung menjadi pemicu yang paling umum sehingga membutuhkan perhatian khusus. Celakanya, serangan jantung sering kali muncul tanpa adanya tanda-tanda yang terang.

Hal tersebut membuat banyak orang tidak menyadari bahayanya. Oleh sebab itu, sangat krusial untuk memahami metode pencegahan serangan jantung sewaktu berolahraga supaya aktivitas fisik tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh.

Cara menghindari serangan jantung saat berolahraga

Guna memahami cara mencegah serangan jantung saat beraktivitas fisik, berikut adalah tips dari dokter spesialis jantung sebagaimana dikutip dari laman Practo:

1. Pantau detak jantung secara rutin

Langkah kunci untuk meminimalkan risiko serangan jantung saat berolahraga adalah dengan mengecek detak jantung secara berkala. Hal ini membantu Anda memastikan apakah tubuh masih bekerja dalam batas aman atau sudah terlalu dipaksakan.

Setiap individu memiliki ambang batas detak jantung yang berbeda berdasarkan usia dan kesehatan. Umumnya, detak jantung saat berolahraga disarankan pada rentang 50-85 persen dari detak jantung maksimal.

Detak maksimal dapat dihitung dengan rumus: 220 dikurangi usia. Untuk kepraktisan, Anda bisa memakai smartwatch atau alat pemantau detak jantung lainnya.

2. Pilih camilan ringan sebelum memulai

Menyantap makanan berat sebelum berolahraga dapat memicu ketidaknyamanan dan memberi beban lebih pada jantung. Sebaiknya, pilih camilan ringan sekitar 30-60 menit sebelum memulai.

Camilan ini berfungsi sebagai energi tambahan tanpa membebani tubuh, seperti pisang, roti gandum, atau sedikit yogurt.

3. Sesuaikan jenis olahraga dengan kemampuan tubuh

Menyadari level kebugaran pribadi adalah langkah awal yang sering terlupakan. Memaksakan diri melampaui kemampuan dapat menaikkan risiko gangguan jantung.

Bagi pemula, mulailah dengan intensitas ringan ke sedang, lalu tingkatkan secara bertahap. Jangan melakukan olahraga berat jika tubuh belum terbiasa.

4. Jaga hidrasi tubuh

Cairan yang cukup sangat krusial bagi kinerja jantung. Dehidrasi dapat memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah, sehingga jantung bekerja ekstra keras.

Minumlah air putih sebelum, saat, dan sesudah berolahraga tanpa harus menunggu rasa haus muncul.

5. Perhatikan kondisi cuaca

Suhu yang ekstrem, baik panas maupun dingin, memberikan tekanan pada jantung. Saat panas, tubuh bekerja keras mendinginkan suhu, sementara udara dingin dapat menyempitkan pembuluh darah.

Pilihlah waktu dengan suhu nyaman seperti pagi atau sore hari, serta gunakan pakaian yang tepat.

6. Alokasikan waktu untuk beristirahat

Istirahat adalah bagian dari pemulihan tubuh dan jantung, bukan tanda malas. Berolahraga terus-menerus tanpa jeda meningkatkan risiko kelelahan ekstrem.

Luangkan satu hingga dua hari setiap minggu untuk istirahat total atau sekadar melakukan aktivitas ringan seperti peregangan.

7. Jangan memaksakan diri

Sangat penting untuk menyimak sinyal dari tubuh. Jika muncul gejala seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas, segera hentikan aktivitas.

Jangan menunggu hingga terjadi cedera parah. Lakukan olahraga dengan tempo yang pas dan tingkatkan intensitasnya secara perlahan.

Itulah cara menghindari serangan jantung saat berolahraga. Semoga bermanfaat!

Terkini