Akun Instagram Pedagang Cupang Diblokir Massal, Kok Bisa?

Akun Instagram Pedagang Cupang Diblokir Massal, Kok Bisa?
Loading...

Cupangers (aselole) tentu sangat kaget dengan peristiwa yang terjadi baru-baru ini: Facebook dan Instagram melakukan pembersihan lapak-lapak yang menjual ikan-ikan hias dan yang paling merasakan imbasnya adalah pedagang atau peternak cupang.

Bahkan, di Facebook, bukan hanya akun-akun pedagang, melainkan grup facebook pun tumbang satu per satu. Mengapa demikian? Banyak persepi mengatakan kalau ini adalah ulah satu akun publik animal lovers (anggap saja demikian) yang mengajukan banding dan kampanye kepada pihak Facebook, sehingga Facebook (termasuk Instagram) memperbarui standar komunitasnya, dan foto-foto berikut video yang memposting betta fish pun satu per satu lenyap. 

Menurut saya, ini bukanlah disebabkan oleh reaksi @/PETA saja. Melainkan, memang, banyak sekali pedagang cupang yang memposting ikan-ikannya secara tidak layak. Seperti mengambil ikan cupang dan meletakkannya di atas tangan yang minim air, menaruhnya di piring, menggabungkan ikan-ikan ke dalam satu wadah akuarium (yang notabene ikan cupang tersebut adalah hewan teritorial), mengangkatnya dari air dengan serokan, tentu masih banyak lagi cara-cara pedagang dalam memperlihatkan keindahan gradasi warna dan bentuk ekor ikan  agar daya tawar ikan semakin tinggi.

Hal inilah yang menurut saya membuat pihak Facebook dan Instagram melakukan tindakan pemblokiran massal. Perbuatan-perbuatan di atas, menurut hemat saya, memang terbilang sebagai tindakan kekerasan terhadap hewan dan pihak Facebook pun mengamini hal tersebut. Standar komunitas Facebook bekerja sesuai vote, saya beri contoh: misalkan kita menjual nanas atau apel.

Kita tahu, nanas dan apel adalah buah-buahan yang sangat dekat dan sering kita temukan di mana pun, diperjualbelikan, dimakan siapa saja. Akan tetapi, suatu hari, timbul sekte pemuja nanas dan apel yang memiliki pendukung yang sangat banyak, dan menentang tindakan memperdagangkan nanas dan apel yang bagi mereka adalah buah suci yang hanya boleh dikonsumsi dewa-dewa.

Loading...

Maka, pihak Facebook bisa saja kemudian melakukan tindakan pelarangan memperdagangkan apel di platform mereka. Jadi, kesimpulan saya adalah, jika ingin selamat berjualan ikan cupang di Facebook & Instagram, maka patuhi peraturan yang ada. Cukup atau sudahi memposting ikan dalam keadaan di luar air.


Pertanyaan selanjutnya yang timbul: apakah kita, peternak dan pedagang ikan cupang, masih bisa leluasa menjajakan ikan cupang di pasar online ini? Saya kira bisa, dan sangat bisa. Asal perbuatan-perbuatan di atas bisa kita kurangi, atau kalau mau “main aman” bisa juga dengan memposting-lalu-menghapus-postingan-apabila-sudah-terjual.

Tentunya sebagai pelaku yang mengandalkan bisnis percupangan ini sebagai pengisi periuk nasi, kita akan selalu punya cara baru untuk mengedarkan dagangan kita.

Dan saya yakin, suatu saat, bagaimana pun pihak-pihak lain mencoba untuk menganggu bahkan menghentikan peredaran cupang secara online, kita akan terus ada, dan akan terus berkembang.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *