Aksi Pemalakan di Tanah Abang, Begini Modus Pelaku

Aksi Pemalakan di Tanah Abang, Begini Modus Pelaku

kawula.id – Viral aksi sekelompok pemuda diduga meminta uang secara paksa di Pasar Tanah Abang. Seolah-olah membantu sopir, mereka tak segan-segan memberhentikan mobil yang tak memberi uang. Jika sudah diberi uang, maka mobil diizinkan lewat.

Dilaporkan detikcom, video berdurasi 1 menit itu menunjukan 5 orang melakukan pemalakan terhadap 1 mobil. Satu pelaku terlihat menghalangi laju kendaraan mobil yang menjadi sasaran mereka. Sedangkan para pelaku lain terlihat meminta uang melalui kaca pintu kemudi mobil.

Polisi pun langsung mengamankan para pelaku pemalakan usai menerima laporan adanya aksi pemalakan itu.

“Kita berhasil mengamankan 10 orang, dan masih kita periksa, saat ini sudah 4 orang yang sudah cukup bukti kita bisa lanjutkan ke penyidikan,” kata Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono.

Loading...

Lukman mengatakan para pelaku juga kerap melakukan pemalakan di sekitar Pasar Blok F Tanah Abang. Rata-rata umurnya 25 tahun.

“Iya, kebanyakan mereka orang sana. Orang yang tinggal di sana dan ada juga beberapa yang sudah tinggal di Bekasi dan Depok. Tapi mereka tahu untuk kebiasaan di Tanah Abang,” ujarnya.

Lukman menyebut para pelaku adalah preman kecil-kecilan. Mereka memanfaatkan modus membantu mobil keluar dari Blok F untuk berputar balik.

“Jadi tidak mendatangi semua pedagang untuk meminta. Jadi modusnya membantu. Selama ini memang banyak pengemudi yang merasa tidak keberatan. Ini jadi atensi kita. Saya berharap juga para sopir yang merada dirugikan, diintimidasi, bisa melaporkan,” tuturnya.

Adapun korban kebanyakan sudah diincar oleh para pelaku. Korban disebut pedagang dari Tasikimalaya yang keluar dari Blok F dan berjualan setiap hari Senin-Kamis.

“Ketika mereka diberi uang Rp500, namun mereka ini memaksa untuk meminta lebih. Minimal Rp 2 ribu, sehingga di situlah kami bisa kenakan pasal pemerasannya. Jadi ada intimidasi dan paksaan kepada para pedagang Tasik untuk menghendaki keinginannya,” ucapnya.

Pelaku melakukan intimidasi dengan cara menggedor kaca mobil dan menghentikan paksa. Perbuatan ini membuat sopir takut.

“Rata-rata sopir ini bisa keluar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu setiap kali jalan,” ujarnya.

Karena itu, tersangka dijerat Pasal 368 KUHP Ayat (1) tentang Pemasaran dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *